Disalah satu kampus terbesar
dikota malang ini Dedi berkuliah. Ia adalah seorang anak yang pemalu, kurang
memiliki rasa percaya diri dan sering merasakan keminderan. Karena itulah Dedi mempunyai
sifat pendiam dan lebih menutup diri dari teman-temanya karena dia menganggap
percuma berteman tapi tidak berbicara, karena memang saat bergaul dengan
temanya Dedi ini jarang sekali untuk berbicara karena ia malu dan juga untuk
berbicara panjang pun kadang-kadang apa yang ia ucapkan terkadang
kalimat-kalimatnya masih rancuh sehingga ia harus mengucapkannya sekali lagi
untuk membuat temanya mengerti.
Biasaya dalam perkuliahan itu
persentasi adalah kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan lagi karena memang
begitulah cara mempertanggung jawabakan tugas kelompok yang diberikan dosen
kepada mahasiswannya. Nah apabila waktu persentasi untuk Dedi sudah dekat ia
akan sangat merasakan gugup, takut dan nerveus yang sangat-sangat dan itu
membuat pikiran-pikiran jernihnya memudar yang membuat apa yang dia pelajari
selama berjam-jam sambil berlatih berbicara itu memudar dan tak berarti
sedikitpun. Yang akhirnya pada saat giliran ia mempersentasikan tugasnya di
depan kelas yang otomatis dilihat oleh banyak mata ia akan lupa dengan materi
yang akan ia sampaikan dan juga kata-kata yang ia sampaikanpun menjadi rancuh,
belum lagi kaki bibir dan tanganya yang keliatan sangat bergetar.
Sehabis dari persentasi itu ada
perasaan lega yang ia rasakan, walaupun itu menjadi beban pikiran bagi dia
karena tadi itu adalah suatu yang sangat-sangat memalukan untuk diingat-ingat
kembali. Dedi pun browsing di internet tips-tips bagaimana caranya agar tidak
merasakan nerveus saat berbicara dihadapan orang banyak dan bagaimana cara berbicara
yang benar itu, sekilas ia membaca sebuah perjalan tokoh-tokoh pembicara besar
didunia yang dapat ia simpulkan bahwa kegagalan dalam persentasi itu adalah hal
yang biasa, dari itu ia mulai bangkit dan mulai berlatih untuk berbicara
awalnya ia berlatih didalam kamar menghadap cermin, kemudian berlatih berbicara
seakan-akan ia adalah serorang pempidato, kemudian dia berlatih berbicara
seakan-akan ia adalah guru, dan pokoknya ia sangat bersemangat sekali berlatih
berbicara didalam kamarnya. Dari latihan berbicara itu ia praktekan untuk
berbicara panjang lebar kepada temanya ternyata ia berhasil, ia semakin percaya
diri untuk berbicara. Dikelaspun ia semakin banyak bertanya dan juga menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang membuat mentalnya untuk berbicara didepan umum
semakin hari itu semakin kuat.
Pada saat ada persentasipun ia
semakin semangat belajar tentang apa yang akan ia sampaikan nanti dan ia juga
berlatih berbicara dengan sungguh-sungguh sampai ia benar-benar menguasai dan
bisa benar-benar lancar dalam berbicara. Akhiranya pada saat giliran ia yang
persentasi semuanya berjalan dengan lancer dan semua temanyapun bertepuk tangan
karena melihat perubahan yang sangat signifikan dari seorang Dedi yang pada
saat persentasi sebelumnya gagal total tetapi pada saat persentasi hari ini
ternyata hampir mendekati sempurna. Dedipun senang dan ia juga semakin percaya
diri dalam bergaul dengan teman-temanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar