Rabu, 25 April 2012

Cerpen ( "Motovasi Berbicara Di Depan Umum" )


Disalah satu kampus terbesar dikota malang ini Dedi berkuliah. Ia adalah seorang anak yang pemalu, kurang memiliki rasa percaya diri dan sering merasakan keminderan. Karena itulah Dedi mempunyai sifat pendiam dan lebih menutup diri dari teman-temanya karena dia menganggap percuma berteman tapi tidak berbicara, karena memang saat bergaul dengan temanya Dedi ini jarang sekali untuk berbicara karena ia malu dan juga untuk berbicara panjang pun kadang-kadang apa yang ia ucapkan terkadang kalimat-kalimatnya masih rancuh sehingga ia harus mengucapkannya sekali lagi untuk membuat temanya mengerti.

Biasaya dalam perkuliahan itu persentasi adalah kebiasaan yang tidak bisa dihindarkan lagi karena memang begitulah cara mempertanggung jawabakan tugas kelompok yang diberikan dosen kepada mahasiswannya. Nah apabila waktu persentasi untuk Dedi sudah dekat ia akan sangat merasakan gugup, takut dan nerveus yang sangat-sangat dan itu membuat pikiran-pikiran jernihnya memudar yang membuat apa yang dia pelajari selama berjam-jam sambil berlatih berbicara itu memudar dan tak berarti sedikitpun. Yang akhirnya pada saat giliran ia mempersentasikan tugasnya di depan kelas yang otomatis dilihat oleh banyak mata ia akan lupa dengan materi yang akan ia sampaikan dan juga kata-kata yang ia sampaikanpun menjadi rancuh, belum lagi kaki bibir dan tanganya yang keliatan sangat bergetar.

Sehabis dari persentasi itu ada perasaan lega yang ia rasakan, walaupun itu menjadi beban pikiran bagi dia karena tadi itu adalah suatu yang sangat-sangat memalukan untuk diingat-ingat kembali. Dedi pun browsing di internet tips-tips bagaimana caranya agar tidak merasakan nerveus saat berbicara dihadapan orang banyak dan bagaimana cara berbicara yang benar itu, sekilas ia membaca sebuah perjalan tokoh-tokoh pembicara besar didunia yang dapat ia simpulkan bahwa kegagalan dalam persentasi itu adalah hal yang biasa, dari itu ia mulai bangkit dan mulai berlatih untuk berbicara awalnya ia berlatih didalam kamar menghadap cermin, kemudian berlatih berbicara seakan-akan ia adalah serorang pempidato, kemudian dia berlatih berbicara seakan-akan ia adalah guru, dan pokoknya ia sangat bersemangat sekali berlatih berbicara didalam kamarnya. Dari latihan berbicara itu ia praktekan untuk berbicara panjang lebar kepada temanya ternyata ia berhasil, ia semakin percaya diri untuk berbicara. Dikelaspun ia semakin banyak bertanya dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuat mentalnya untuk berbicara didepan umum semakin hari itu semakin kuat.

Pada saat ada persentasipun ia semakin semangat belajar tentang apa yang akan ia sampaikan nanti dan ia juga berlatih berbicara dengan sungguh-sungguh sampai ia benar-benar menguasai dan bisa benar-benar lancar dalam berbicara. Akhiranya pada saat giliran ia yang persentasi semuanya berjalan dengan lancer dan semua temanyapun bertepuk tangan karena melihat perubahan yang sangat signifikan dari seorang Dedi yang pada saat persentasi sebelumnya gagal total tetapi pada saat persentasi hari ini ternyata hampir mendekati sempurna. Dedipun senang dan ia juga semakin percaya diri dalam bergaul dengan teman-temanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar